Harapan saya bahwa Kabupaten Banggai ini harus lebih maju berlari kedepan, dan tulisan rekan rekan wartawan kami selaku pemerintah daerah sangat membutuhkan itu karena sangat membantu sekali.
Saya harus akui bahwa ada satu kelemahan diri saya pada rekan rekan wartawan. Dan saya cukup dekat dengan semua rekan rekan wartawan. Itulah kenapa saya tidak pernah alergi dengan tulisan mengkritik pemerintah daerah. Karena tanpa tulisan mengkritik, kita tidak pernah akan bisa mengkoreksi di mana kelemahan kita.
Kelemahan di maksud Bupati Amirudin dalam sambutnya itu, bahwa dirinya tidak pernah memanggil ataupun mengundang wartawan untuk menulis tentang sebuah apa yang sudah saya buat, “Itulah kelemahan saya,”akunya.
Akan tetapi rekan rekan wartawan yang setiap hari ada di kantor, kerap menanyakan tentang informasi seputar perkembangan kabupaten banggai, pasti saya berikan informasi. Setiap saya mau pulang ada beberapa teman teman wartawan tanya bagaimana kabupaten banggai, bagaimana pembangunan dan apa saja, “Semua saya kasih beritanya,” terangnya.
Tetapi kalau saya yang harus memanggil atau mengundang rekan rekan wartawan seakan akan untuk mengaploud berita tentang apa yang sudah saya buat, tentu itu tidak akan saya lakukan, “Yang saya takutkan kesanya nanti di bilang makan puji nanti,” bebernya.