Maka saya berharap pada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai siapapun yang datang mau berkampanye mau sampaikan visi misi, silahkan hadir, sehingga kita paham dan mengerti.
Karena banyak sekarang orang yang tidak paham dan tidak mengerti, yang hanya memotong motong pernyataan, seperti misalnya saya nyatakan helikopter saat debat itu (Pilkada 2020). Jangankan mobil 500 cc, helikopter pun kalau APBD kita mampu, kita akan beli dalam rangka memberikan pelayanan pada masyarakat.
Tetapi yang di potong, seakan akan saya menjanjikan beli helikopter. Itulah karena orang ini, tidak mengikuti kita berkampanye. Ketika kita berkampanye mereka lari mereka bersembunyi, sama juga dengan satu juta satu pekarangan, “Jadi Itulah orang orang,” ungkapnya.
Makanya saya berharap ketika kita berkampanye semuanya datang, ASN pun silahkan datang, jangan takut nanti ketahuan bupati, saya tidak ada berprinsip seperti itu, tidak ada hati saya ketika ASN bergabung dengan pihak lain kemudian saya harus gantikan, gak ada seperti itu.
“Contohnya musuh musuh, kita himpun semuanya,” akunya.
Kita memberikan suatu pelajaran pada masyarakat bahwa akhir dari per kehidupan ini adalah kematian. Ketika kita mati yang kita bawa adalah amal perbuatan baik menurut ajaran agama saya (Islam).
Jadi tidak gunanya kita bermusuhan contohnya pilpres kemarin, setelah pilpres semuanya kembali bergandengan tangan, “Jadi gak ada artinya kita saling bermusuh musuhan,” tutupnya.*
(zuma)