Pemda Banggai

Bupati Amirudin Buka Workshop Penulisan Cerita Rakyat

Zulkifly Mangantjo
7
×

Bupati Amirudin Buka Workshop Penulisan Cerita Rakyat

Sebarkan artikel ini
Bupati
Bupati banggai membuka workhsop penulisan cerita rakyat. (foto : ist)

BANGGAI — Bupati Banggai Amirudin Tamoreka membuka acara workshop penulisan Cerita Rakyat Tahun 2024 bertempat di Kedai Kopi Daeng Mangge, Selasa (21/8).

Acara tersebut di laksanakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai.

Workshop Penulisan Cerita Rakyat Tahun 2024 mengusung tema “Dengan Menulis Kita Lestarikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal”.

Dalam sambutanya, Bupati Amirudin mengungkapkan apresiasinya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai yang telah menyelenggarakan workshop.

“Workshop ini sangatlah menarik, apalagi tentang penulisan cerita rakyat,” ujar Bupati Amirudin.

Bupati mengatakan pada ulang tahun kemarin, seorang anak membacakan cerita rakyat tentang Suku Andio, “Itu sangat hebat, bukan hanya tulisan yang diangkat tapi dia mencoba untuk menceritakan,” sebut Bupati Amirudin.

Baca Juga :  HUT Banggai Ke 62, Perkuat Rasa Persaudaraan Dan Kesatuan

Bupati berharap bahwa workshop ini nanti akan mencoba mengangkat cerita cerita rakyat yang lainnya. “Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi daerah, bermanfaat bagi negara, sehingga kita bisa mempunyai literatur yang banyak terhadap cerita cerita rakyat nantinya,” harapnya.

Sebelum menutup sambutannya, Bupati Amirudin mengatakan insya allah Dinas Pariwisata nantinya akan melaksanakan pameran pembangunan dan saya ingin nantinya cerita cerita rakyat ini bisa ditampilkan.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya masing masing Dr. Asrif, M.Hum, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, dengan materi, “Menentukan Alur dan Struktur Cerita-Cerita Rakyat serta Kurasi Karya Cerita Rakyat.”

Baca Juga :  Pemda Banggai Akan Gelar Lomba STQ Tingkat Desa dan Kecamatan

Sementara Moh Hilmi Faiq jurnalis Kompas Jakarta, membawakan materi tentang “Tata Cara Penulisan Cerita Rakyat yang Baik serta Menemukan Ide dan Gagasan dalam Menulis Cerita Rakyat.”

Dengan bimbingan kedua narasumber ini, para peserta yang terdiri dari para kepala sekolah, kalangan guru, guru master bahasa Saluan, dan perwakilan beberapa penulis, pemerhati budaya, dan seniman dari beberapa komunitas seni di Kabupaten Banggai diharapkan dapat memperkaya pengetahuan mereka dalam bidang penulisan cerita rakyat dan turut berperan aktif dalam upaya pelestarian budaya lokal.*

(zuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!