BANGGAI — Program Satu Juta Satu Pekarangan (SJSP) yang menjadi program unggulan Pemda Banggai telah memberikan ruang ekonomi bagi warga masyarakat Kabupaten Banggai.
Dimana manfaat SJSP sangat di rasakan warga masyarakat Kabupaten terlebih pada masa pemulihan ekonomi pasca pandemik Covid 19.
Walau implementasi pogram SJSP tidak semua menyasar warga masyarakat Kabupaten Banggai karena lebih pada prioritas warga miskin extrim. Dan melalui program SJSP Pemda Banggai berhasil membawa angka kemiskinan zero dengan penghaargaan oleh pemerintah pusat.
Seperti manfaat lewat program SJSP yang di rasakan warga masyarakat dataran Toili. Penelusuran sebelumnya manfaat SJSP menyentuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lemah Abang, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai.
Ponpes tersebut mendapatkan bantuan ayam petelur yang di kembangkan oleh pengurus Ponpes Lemah Abang. Pihak pesantren Toyibin mengaku hasil pengelolaan ayam petelur bantuan program SJSP dapat membantu masyarakat sekitar Ponpes yang membutuhkan telur, dalam perhari hasil penjualan Rp 750 rb.
Tidak hanya itu pasokan kebutuhan protein para murid pesantren juga di dapat dari asupan pengelolaan ayam petelur. Bahkan peningkatan limbah dari ayam petelur tidak di sia siakan begitu saja dengan sumber daya manusia yang ada di kelolah menjadi pupuk tanaman kata Toyibin.
Tidak hanya itu salah satu warga Desa Dongin yang juga mantan Kades mengaku program populer ini juga telah membantu warganya melalui pengembangan ayam pedaging produktif dan hasil jualnya yang lumayan. Dari hasil pengembangan dan peternakan ayam pedaging, ia mengaku warga mendapat keuntungan lumayan dari hasil penjualan dan sebagian untuk stok kebutuhan konsumi gizi.*
(zuma)