BANGGAI — Duka cita mendalam dari Keluarga besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atas musibah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7.7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya, Rabu (15/8).
Informasi resmi BMKG turut berduka cita atas korban meninggal gempa bumi NTT semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta masyarakat yang terdampak senantiasa diberikan ketabahan, keselamatan, dan perlindungan.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa bumi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang.
Duka mendalam teriring doa dan kepedulian kami untuk masyarakat NTT. Dikabarkan korban gempa NTT seorang ibu dan dua anaknya dilaporkan tewas tertimbun reruntuhan bangunan rumah di Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu pagi.
Detail Kejadian Gempa dan Korban Jiwa
Informasi dihimpun korban Jiwa gempa NTT dari kepolisian Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, tiga korban meninggal dunia dalam peristiwa tragis ini merupakan satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan dua orang anaknya. Video evakuasi korban sempat beredar di media sosial dan menunjukkan sang ibu ditemukan di bawah puing-puing bangunan.
Parameter Gempa berkekuatan M 7,7 ini terjadi pada pukul 04.58.24 WIB (pagi hari). Pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman dangkal 15 km.
Total korban jiwa, hingga laporan terbaru dari Pemerintah Provinsi NTT oleh Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena, total korban meninggal dunia akibat gempa ini telah bertambah menjadi 5 orang, dengan rincian 3 orang di Kabupaten Manggarai dan 2 orang di Maumere, Kabupaten Sikka.
Dampak dan Situasi Terkini di Lapangan
Mengantisipasi gempa susulan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat puluhan gempa susulan pascagempa utama, beberapa di antaranya bermagnitudo cukup besar seperti M 6,2 dan M 5,6. Namun, BMKG menyatakan rangkaian gempa susulan ini tidak berpotensi tsunami.
Kerusakan infrastruktur dan guncangan kuat merusak ratusan bangunan di Flores, termasuk rumah warga, fasilitas umum seperti Pelabuhan El Say di Sikka, Kampus Unika St Paulus di Ruteng, hingga kepanikan evakuasi pasien di RSUD Komodo, Labuan Bajo. Beberapa akses jalan di Flores dilaporkan terputus atau tertutup material longsor akibat getaran gempa.
Langkah penyelamatan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim SAR gabungan terus berfokus melakukan evakuasi korban di titik-titik reruntuhan, mendirikan posko pengungsian, serta menyalurkan bantuan logistik darurat ke area terdampak parah. Warga diimbau untuk menjauhi bangunan yang retak atau tidak stabil demi menghindari risiko roboh akibat gempa susulan.(*)
(zuma)













