BANGGAI — Keterbukaan informasi publik menjadi sangat penting dibalik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai.
Dalam beberapa konfirmasi yang pernah di lakukan media ini ke pihak yayasan Talenta Talia Indah seputar MBG dalam menelisik teknis pelayanan MBG, konfirmasi sulit terhubung dengan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meskipun nomor kontak telah di minta pada beberapa pihak untuk kepentingan kegiatan jurnalistik, bahkan ketua yayasan sendiri, tetap saja nomor kontak kepala SPPG menjadi sakral dalam kepentingan jurnalistik guna mempermudah konfirmasi. Belakangan ini sejumlah konfirmasi selalu saja ditangkis ketua yayasan, padahal secara teknis pelaksanaan MBG yang lebih memahami adalah Kepala SPPG itu sendiri.
Pentingnya konfirmasi untuk mengetahui higienis tidaknya makanan yang di terima siswa termasuk kehalalan makanan dan seputar bahan baku MBG di peroleh dari mana saja yang sebagai keterbukaan informasi publik untuk menghindari adanya permainan dalam pengadaan bahan baku serta mengantisipasi peristiwa kejadian keracunan seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.
Banyak hal dalam kepentingan konfirmasi seperti pada akhir tahun 2025 terpantau omprengan MBG di mobilisasi dengan mobil bak terbuka. Dan pada Jumat (27/2) keluhan salah satu murid (SD) di lingkungan SPPG Bunta mengaku tidak mendapat jatah MBG dengan alasan seorang sekolah tersebut mengatakan makanan sudah habis.
Belum lagi harga paket makanan (MBG) per siswa sebagaimana kita ketahui bersama ada pada angka 8-10 ribu. Nah dari angka itu dijelaskan Ketua Yayasan Ahmad Albahar untuk tingkat sekolah Paud, TK dan SD Kelas III nilainya adalah Rp. 8 ribu.
Sementara untuk tingkat SD Kelas IV dan seterusnya, SMP dan SMA di bandrol Rp. 10 ribu per paket makanan. Melihat porsir dari varian menu makanan apakah sudah sesuai atau tidak dengan nilai Rp 8 ribu atau nilai Rp.10 ribu, terlebih jatah dua hari yang diberikan pada siswa pada pekan awal ramadhan.
Lebih jauh mengamati pernyataan Ketua Yayasan Talenta Talia Indah Ahmad Albahar dengan nilai Rp. 8 ribu untuk tingkatan (Paud, TK dan SD Kelas III) apakah itu memang sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang di berlakukan Badan Gizi Nasional (BGN). Iapun menampik bahwa itu bukan rananya menjelaskan jauh soal itu dan hanya mengirimkan sebuah flayer nilai paket makanan (MBG), ” Kalau itu teknisnya bukan rananya saya,” ujarnya.
Menjawab soal omprengan yang terpantau di mobilisasi mobil bak terbuka, Ahmad Albahar yang saat itu di temui di salah satu tempat usaha miliknya mengatakan itu omprengan kosong. Namun demikian ia tidak menjelaskan secara aturan apakah itu diperbolehkan atau tidak sebagai standar pelayanan program MBG.
Terkait keluhan murid menurutnya angka rinci penerima MBG sudah sesuai dengan data yang ada. Dan kalau semisal kurang pihaknya pasti menambahkan kekurangan itu.*
(zuma)














