Mengenal Lebih Dekat Kaharudin
Pengusaha yang 20 tahunan berkiprah di bidang migas sampai saat ini, mengisahkan sedikit tentang perjalanan hidupnya merantau dari tahun 1998 termasuk salah satunya ke Negara Singapura dan bekerja di perusahaan pelayaran yang ada di Singapura.
Sebagai seorang akademisi lulusan pelayaran, pria berdarah Bugis ini kurang lebih 12 tahun bekerja di kapal pelayaran perusahaan swasta Singapura, dan sebagai perwira. Sambil bekerja bersama satu rekannya, (Warga Singapura) membuat sebuah perusahaan resmi dengan usaha kecil kecilan di usaha jual beli minyak.
Dan saat ini juga usaha gas and oil. Saya jualan minyak (solar) ke perusahaan smelter yang ada di Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Kendari dan juga Batam.
Untuk bahan baku usaha minyak (solar), dirinya mengimpor dari Malaysia dan Balikpapan. Di penghujung wawancara bersama Kaharudin yang saat ini berdomisili di Kabupaten Morowali. Ia kembali menegaskan sebagai orang kecil dan masyarakat biasa, saya merasa terganggu dengan ketidakadilan dan kekuasaan yang mungkin senasib juga dengan masyarakat kecil lain, “Itulah yang menjadi dorongan saya maju Caleg DPR RI untuk melawan ketidakadilan itu,” tutupnya.*
(zl)
















