“Program LP2B Banggai Jadi Lumbung Pangan Yang Tangguh”
BANGGAI — Ancaman kekeringan lahan pertanian dan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem El Nino Godzilla menjadi kekuatiran bagi para petani di wilayah Kabupaten Banggai.
Menanggapi ancaman serius El Nino Godzila Bupati Banggai H. Amirudin tak tinggal diam dan bergerak cepat melakukan langkah strategis ke pemerintah pusat.
Langkah proaktif dan diplomasi sigap Bupati Amirudin ditunjukan khusus saat menghadiri undangan audiensi bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaeman, MP, di Ruang Rapat Menteri, Gedung A Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (24/8).
Audiensi Bupati bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman merupakan respons balik Kementan RI atas surat permohonan audiensi yang diajukan Bupati Banggai.
Dipimpin langsung Mentan Andi Amran Sulaiman dihadiri para Pejabat Eselon I Kementan RI dan sejumlah kepala daerah, Bupati Banggai memanfaatkan momen strategis ini untuk menyuarakan kondisi terkini serta kebutuhan mendesak para petani di wilayah Kabupaten Banggai.
Dalam pertemuan itu Bupati Banggai H. Amirudin didampingi Kadis TPHP Kabupaten Banggai Drs. Subhan Lanusi, MP memaparkan sejumlah poin krusial demi memproteksi sektor pertanian daerah.
Dalam paparan itu terdapat 4 (empat) poin krusial yang disampaikan Bupati Amirudin bersama Kadis TPHP.
1. Penguatan program LP2B terkait dampak pelaksanaan proyek Gas Senoro Selatan.
2. Penanganan darurat dampak El Nino Godzilla yang memicu kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Banggai.
3.Srategi peningkatan produksi dan ketahanan pangan melalui peremajaan tanaman kelapa dalam dan kakao.
4.Optimalisasi lahan pangan melalui penyediaan bantuan benih jagung serta padi berkualitas unggul.

Langkah responsif dan pemaparan yang komprehensif Bupati Banggai berbuah manis. Tanpa menunda waktu, Menteri Pertanian RI langsung mengabulkan dan merealisasikan deretan bantuan skala besar untuk Kabupaten Banggai. Adapun bantuan Kementan RI meliputi, 250 unit pompa air, irigasi perpompaan untuk 30 kelompok tani dan jaringan irigasi Tersier untuk 47 Kelompok Tani.
Selain itu, bibit kelapa dalam untuk lahan seluas 5.000 Hektar, Bibit Kakao untuk lahan seluas 3.000 Hektar, Benih Jagung untuk lahan seluas 2.724 Hektar dan Bantuan Benih Padi Unggul (PMAAS) untuk lahan seluas 3.543 Hektar.
Tak berhenti di situ saja, keseriusan pemerintah pusat dalam mendukung langkah cepat Bupati Banggai makin ditegaskan lewat instruksi mendadak dari Mentan. Menteri Pertanian langsung memerintahkan Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan RI untuk segera turun ke lapangan melakukan identifikasi serta verifikasi titik-titik kekeringan di Kabupaten Banggai.
Peninjauan lokasi ini dipastikan berlangsung paling lambat pada minggu pertama bulan September untuk menentukan alokasi peralatan tambahan yang dibutuhkan secara presisi. Atas perhatian, dukungan penuh, dan respons kilat dari jajaran Kementerian Pertanian RI, Bupati Banggai H. Amirudin menyampaikan apresiasi serta terima kasih yang mendalam.
Sebagai penutup dari diplomasi sukses ini, Bupati Amirudin menyampaikan harapan besar agar Menteri Pertanian RI berkenan hadir langsung ke Kabupaten Banggai untuk meresmikan serta melakukan penanaman perdana pada Program LP2B demi mengukuhkan Kabupaten Banggai sebagai lumbung pangan yang tangguh.(*)
(zuma)













