Metro Luwuk

Dugaan Bullying Cedrai Lomba Gerak Jalan Peserta SMP 5 Sedih Ditaman Sehati, Kadispora : Sudah Selesai Kedua Belah Pihak Diatas Materai

Zulkifly Mangantjo
128
×

Dugaan Bullying Cedrai Lomba Gerak Jalan Peserta SMP 5 Sedih Ditaman Sehati, Kadispora : Sudah Selesai Kedua Belah Pihak Diatas Materai

Sebarkan artikel ini
Peserta
Peserta lomba gerak jalan SMP 5 hanya duduk diam terpaku dan sedih ditaman sehati menyaksikan dari kejauhan peserta lain yang sedang mengikuti lomba. (foto : ss/fb)

BANGGAI — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Banggai memberikan penjelasan insiden dugaan bullying pada lomba gerak jalan tingkat pelajar, Kamis (6/8) dalam rangka memperingati HUT RI ke-81.

Kadispora Banggai Yori Ntoi dikonfirmasi Kamis malam mengaku bahwa perselisihan antara kedua belah pihak SMA 3 dan SMP 5 Luwuk sudah diselesaikan secara kekeluargaan, “Pertemuan di SMA 3 Luwuk dihadiri kedua pihak pihak, kabid diknas, kepsek, guru pendamping gerak jalan dan babinkamtibmas,” ujarnya.

Tidak ada penjelasan dari Kadispora soal apa saja poin substansi penyelesaian yang tertuang dalam kesepakatan bermetarai. “Yang pasti mengakhiri perselisihan dan menjaga hubungan baik diatas materai,” ucapnya singkat.

Sebelumya lomba gerak jalan yang perdana dimulai Kamis sore mendadak viral di sosial media. Peserta lomba SMP 5 batal mengikuti lomba setelah mendapat dugaan bullying dari oknum pelajar SMA 3 Luwuk.

Akibatnya pelajar SMP 5 yang seyogianya akan mengikuti lomba gerak jalan membubarkan diri dan keluar dari arena lomba sebelum star. Peristiwa itu disebut membuat mental dan sikologis peserta SMP Negeri 5 Luwuk down. Bahkan netizen menyayangkan pihak panitia yang luput dari pengawasan sebagai otoritas perlombaan.

Baca Juga :  Pertama Kali Menteri Kunjungi Kecamatan, Mendag RI Zulkifly Hasan Bakal Resmikan Bangunan Baru Pasar Sentral Bunta Banggai Pekan Depan
Nampak pelajar siswa siswi SMP 5 membubarkan diri batal mengikuti lomba gerak jalan.

Dalam rekaman video sosial media pelajar SMP 5 terlihat laki – laki mengenakan seragam pramuka pelajar siswi mengenakan kameja putih dan rok celana biru duduk terpaku ditaman sehati sekitar kawasan Tugu Adipura Luwuk sambil menyaksikan dari kejauhan peserta yang lain.

Beberapa pelajar siswi juga terlihat sedih dan menangis buntut dugaan bullying oleh oknum pelajar SMA 3 Luwuk. Belum lagi kesedihan mereka yang sudah mempersiapkan diri mereka dari latihan hingga seragam yang akan digunakan mengikuti lomba.

Saat viral sore itu, Kadispora Banggai Yori Ntoi justru meminta media ini mengklarifikasi pada guru pendamping masing – masing sekolah. Padahal kegiatan lomba gerak jalan ini menjadi domain panitia. Jawaban Kadispora meminta media mengklarifikasi pada pihak sekolah terkesan ketidaksiapan panitia karena luput dari insiden bullying yang dialami peserta SMP 5 Luwuk hingga batal ikut perlombaan.

Baca Juga :  Gelar LDK, BEM Hukum Unismuh Luwuk Bentuk Jiwa Kepemimpinan dan Kepedulian Sosial

Konfirmasi yang terus dilakukan, oleh Kadispora Yori mengaku bahwa panitia lomba sudah mengkonfirmasi bahwa tidak ada pembullyan. “Kejadianya sewaktu SMP 5 datang sudah terlambat lantas menyerobot ke barisan SMA 3. Padahal kalau datang terlambat harus antri di paling belakang, hanya saja mereka memaksa tidak mau dibelakang, lalu guru pendamping SMP 5 memutuskan menarik diri tidak ikut pak, jadi tidak benar ada pembullyan karna panitia sudah ke sekolah SMA 3,” ujarnya.

Sambung Yori keterangan panitia saat itu dari konfirmasi ke pihak SMA 3 dan mendapat keterangan bahwa tidak ada pembullyan, ” Peserta SMP 5 menerobos barisan padahal mereka terlambat, dan mereka sendiri melalui guru pendampingnya menarik diri. Yang pasti panitia sangat menyesalkan masih terjadi hal-hal demikian. Dan semoga kegiatan selanjutnya tidak terjadi lagi,” pungkasnya.(*)

(zuma)

error: Content is protected !!