BANGGAI — Pengurus harian Syukuran Aminudin Amir Foundation (SAAF) periode 2026-2030 resmi dikukuhkan disalah satu hotel di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (24/7) malam.
Acara pelantikan (SAAF) diketuai Andika Mayrizal Amir dihadiri Unsur Forkopimda dan Bupati Banggai diwakili Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kesra Yulfia Mangendre. Pelantikan SAAF tersebut mengusung tema “ Transformasi Generasi Muda Menuju Indonesia Emas” yang mana pengurusnya didominasi para kalangan anak muda potensial.
Namun ada hal menarik dibalik pelantikan SAAF, yang sempat menyita perhatian dan rasa penasaran publik dengan hadirnya seorang tokoh politik perempuan Sulianti Murad yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai.
Beragam spekulasi pun bermunculan apakah ini pertanda dari konsolidasi tipis – tipis antara tokoh politik senior dan tokoh politik muda Andika Mayrizal Amir menuju kontestasi Pilkada Banggai 2030 atau hanya kebetulan saja kedua tokoh ini dipertemukan pada momentum pelantikan (SAAF).
Kendatipun helatan Pilkada Banggai 2030 masih beberapa tahun lagi, bukan tidak mungkin lobi-lobi politik dan langkah penguatan menuju pesta demokrasi 5 tahunan tidak terjadi. Kalau sedikit menoleh ke belakang di Pilkada Banggai 2024 Sulianti Murad merupakan rival terberat sang dua periode Amirudin Tamoreka kala itu.
Tentu pada Pilkada Banggai 2030 konstalasi akan berubah, selain Amirudin telah berakhir dengan dua periodenya, kandidat baru akan bermunculan menghiasi pesta demokrasi 5 tahunan. Dan masih segar dalam ingatan publik kalau kekuatan Sulianti Murad terbilang masih sangat diperhitungkan apabila dirinya kembali bertarung pada Pilkada Banggai 2030.
Namun begitu ini hanya bagian dari spekulasi dan rasa penasaran publik. Karena politik itu sifatnya dinamis dan fleksibel yang bisa saja terjadi dan bisa saja tidak. Publik berharap hadirnya SAAF ini dapat menjadi mitra strategis Pemkab Banggai dalam pembangunan SDA dan pelestarian budaya.
Sampai dengan berita ini tayang belum berhasil didapatkan tanggapan dari kedua tokoh baik Sulianti Murad maupun Andika Masyrizal Amir maupun pihak SAAF untuk menjawab rasa penasaran publik.(*)
(zuma)













