BANGGAI — Hanya berselang dua sehari setelah insiden Kapal Layar Motor (KLM) asal Taliabo yang tenggelam di perairan laut Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupatan Banggai.
Kembali insiden yang sama menimpa kapal ikan yang tenggelam di wilayah perairan laut Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai pada, Sabtu (3/10/2026).
Laporan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Luwuk Hasfar mengatakan tenggelamnya kapal ikan itu tidak jauh dari lokasi kejadian (KLM) Empat Bersaudara asal Taliabo yang terjadi pada Rabu (30/9/2026).
Hasfar mengaku setelah mendapat informasi adanya kapal ikan tenggelam, ia dan anggotanya turun langsung ke lokasi menggunakan Kapal Patroli KPLP milik KUPP Kelas II Luwuk untuk melakukan proses evakuasi.
“Hari ini kami mengevakuasi kapal nelayan yang tenggelam di wilayah perairan KUPP Luwuk dan alhamdulillah seluruh nelayan selamat,” ujarnya. Hasfar menambahkan dalam insiden itu tidak ada korban jiwa seluruh ABK kapal berhasil di selamatkan kata dia.
Terpisah keterangan Polisi menyebutkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Kapal nelayan yang membawa 10 orang itu mengalami kebocoran akibat kondisi cuaca buruk saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Rakyat Luwuk menuju rompong untuk mengangkut ikan.
Kapolsek Luwuk AKP Muh. Asdar mengatakan informasi kejadian diterima pada pukul 11.43 Wita. Polisi dan Tim Rescue Pos SAR Luwuk bersama unsur lainnya segera bergerak ke lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan.
“Tim langsung melakukan pencarian dan evakuasi setelah menerima laporan. Seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” terang AKP Asdar.
Sekitar pukul 12.45 Wita, seluruh korban berhasil dievakuasi. Selanjutnya, dibawa menggunakan Speed Boat Patroli KUPP Kelas II Luwuk dan tiba di Pelabuhan Tilong Luwuk sekitar pukul 13.40 Wita.
Seluruh korban selamat kemudian diserahkan pada pihak keluarga. Adapun 10 korban yang berhasil dievakuasi yakni Rahman (40), Arufudin (43), Rafli (14), Ramdani (35), Ebon (30), Yono (33), Rivai (41), Hendra (44), Hafid (43), dan Usman (37).(*)
(zuma)













