Peristiwa

Gerak Cepat KUPP Luwuk Datangi Lokasi Insiden Kapal Layar Motor Asal Taliabo di Perairan Laut Desa Bunga

Zulkifly Mangantjo
7
×

Gerak Cepat KUPP Luwuk Datangi Lokasi Insiden Kapal Layar Motor Asal Taliabo di Perairan Laut Desa Bunga

Sebarkan artikel ini
Kapal
Nampak kapal layar motor muatan kopra dan tenggelam diperairan laut desa bunga. setelah di hantam gelombang. dok (video netizen)

LUWUK BANGGAI — Kapal Layar Motor (KLM) Empat Bersaudara dikabarkan mengalami insiden dalam pelayaran dari Tabona, Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, menuju Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (1/10/2026).

Berdasarkan keterangan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Luwuk Hasfar. Di jelaskan kapal (KLM) Emat Bersaudara 04 berlayar dari Tabona pada Rabu (30/9/2026) sekira pukul 12.00 Wita.

Lenih jauh KUPP Hasfar mengatakan kapal tersebut membawa muatan hasil bumi berupa kopra dan arang dengan total sekitar 30 ton. Kapal yang dinakhodai Murdin tersebut menempuh perjalanan sekitar 20 jam. “Saat berangkat dari Tabona, kondisi cuaca dan mesin kapal dilaporkan dalam keadaan normal,” ujarnya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang, Pengendara Motor Terjatuh Menabrak Kabel Jaringan

Namun, pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 15.00 Wita, ketika kapal berada di sekitar perairan Luwuk dan diperkirakan masih sekitar satu jam menuju Pelabuhan Luwuk, kapal menghadapi kondisi cuaca kurang baik berupa gelombang dan angin.

Nahkoda kapal saat dimintai keterangan pihak petugas syahbandar (KUPP Luwuk).

Menurut Hasfar, kapal dihantam gelombang sebanyak tiga kali. Nakhoda kemudian mengubah arah kapal dengan mengikuti arus. Dalam kondisi tersebut, air mulai masuk ke dalam kapal dan menyebabkan mesin pompa serta mesin utama tidak berfungsi. 

Kondisi itu membuat air semakin masuk ke kapal sehingga nakhoda mengambil langkah untuk menyelamatkan kapal dengan mengarahkannya ke wilayah pesisir. “Kapal kemudian diarahkan untuk dikandaskan di sekitar pesisir Desa Bunga,” jelas Hasfar.

Baca Juga :  Info Terkini : Kalaka Berduka, Banjir Terjang Puluhan Rumah Warga, Dua Rumah Hanyut Terseret Arus Sungai

Dan akhirnya kapal tersebut dikandaskan di sekitar pesisir Desa Bunga yang berjarak kurang lebih 16 kilometer dari Kota Luwuk. Hingga saat ini informasi mengenai kondisi awak kapal serta kerusakan dan kerugian akibat insiden tersebut masih dalam penanganan dan pendataan pihak terkait.

Dari kejadian itu, KUPP Kelas II Luwuk Hasfar dengan tegas mengimbau seluruh masyarakat khusunya pemilik kapal untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar, “Kalau cuaca tidak memungkinkan agar pelayaran di tunda. Karena pasti pihak Syahbandar tidak ada akan memberi spb apabila cuaca tdk memungkinkan,” tutupnya.(*)

(zuma)

error: Content is protected !!