Kapolsek Kintom, Himbau Masyarakat Gunakan Sosmed Dengan Bijak

  • Whatsapp

DIKTENEWS, Kintom — Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, terlebih penggunaan sosial media (sosmed) tentunya memberikan manfaat bagi penggunanya, jikalau seseorang itu mengerti dan paham bersosialisasi dengan tujuan positif.

Hal itu diungkap Kapolsek Kintom Ipda Deky Wahyudi, SH saat di temui awak media ini diruang kerjanya Selasa (20/8).

Lanjut Deky, sekarang ini tidak sedikit para pengguna medsos, tersangkut masalah hukum akibat kurangnya pemahaman dan pengetahuan aturan dan kebijakan dalam menggunakanya.

Sepeti diketahui, era digital saat ini, sosial media menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Bahkan hampir semua orang memiliki akun dan lebih dari satu akun.

Adanya medsos, adalah sarana memperluas pertemanan dan membuka peluang bisnis. Hanya saja kata Decky pengguna medsos seringkali tidak bijak hinggah berdampak buruk.

Tak jarang tindak kejahatan dan pertengkaran terjadi di mana – mana akibat memanfaatkan medsos dengan hal – hal negatif, terlebih penyebaran berita hoax yang menjadi pemicu terjadinya gangguan kamtibmas.

Hal terpenting imbau Deky, pada masyarakat khususnya di wilayah hukumnya, agar lebih bijak lagi dalam menggunakan sosial media.

“Perhatikan dan pahami aturan dan ketentuan media sosial, dan Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” paparnya.

Ia mengungkapkan setiap informasi atau postingan yang hendak dibagikan (share) pastikan dulu fakta dan kebenaranya dengan akal sehat kita.

Dan jangan membagikan informasi pribadi melalui medsos, halnya alamat rumah, foto KTP yang bisa di manfaatkan orang – orang yang punya niat jahat.

Diksi dan narasi menjadi penting sebelum berselancar di media sosial, agar tidak menyakiti ataupun menyinggung orang lain, apalagi membully dan postingan yang melanggar hak cipta.

Maraknya penyebaran informasi bohong (hoax), di media sosial, kata Decky harus pula di sikapi dengan bijak.

“Pahami kenapa ada orang menciptakan dan menyebarkan berita bohong, yang rentan propokatif dan meresahkan,” jelasnya.

Apabila menemukan informasi, kemudian kebenaran dan keabsahanya belum valid jangan langsung di sebarkan ke pengguna lain.

“Biasakan mengecek kebenaran dan fakta informasi sebelum dibagikan lewat medsos,” pesanya.*

(apri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *