Didik Djibran Ketua KNPI Banggai Terpilih, Optimis Kembalikan Marwah Lembaga

  • Whatsapp

DIKTENEWS, Luwuk — Didik Djibran Ketua DPD KNPI Banggai terpilih periode 2019 – 2022, optimis membawa KNPI Kabupaten Banggai ke arah lebih baik lagi kedepan.

Demikan disampaikan Didik sapaan akrabnya, saat menggelar pertemuan bersama sejumlah pewarta di warkop Dottoro Jalan RA. Kartini, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai Sabtu 14 Desember 2019.

Gelaran Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Banggai Ke – XIV beberapa waktu lalu di hotel Santika Luwuk [foto : zoel/diktenews.com]

Di dampingi tokoh pemuda OKP Satria Gerindra Kabupaten Banggai Hertop (Herman Tope) serta Ketua OKP Garda Bangsa Muh. Gufran Ladmad akrab di sapa Rano.

Sebagai ketua terpilih di legitimasi OKP dan PK bersyarat dan resmi kepesertaanya pada gelaran Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Banggai Ke – XIV berlangsung di Hotel Santika Luwuk, Jumat 13 Desember 2019 merupakan amanah dan tanggung jawab besar.

“Mandat ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus saya pertanggung jawabkan sebagai ketua terpilih demi masa depan KNPI ke depan,” ujarnya lantang

Lebih jauh Didik menjelaskan, pelaksanaan Musda ini sudah sesuai AD/ART serta mendasari Musyawarah Nasional (Munas) Bogor. “Musda itu legal dihadiri OKP, PK, MPI DPD KNPI Banggai, DPD KNPI Sulteng,” bebernya.

Struktur pengurusnya jelas hinggah ke provinsi, kita ketahui bersama bahwa Haris Pertama merupakan Ketum DPP KNPI terpilih di Musyawarah Nasional (Munas) Bogor. Olehnya struktur di DPD KNPI Sulteng, kita diketuai Rahmat Gunawan Winter, yang terpilih secara musyawarah.

Namun demikian, terjadilah klaim kemenangan oleh kubu rivalnya. Hinggah gugatan PTUN ditempuh Ketum terpilih Haris Pertama yang menurut informasi, hasilnya di Bulan Januari 2020.

“Perlu dipahami gugatan PTUN di lakukan Ketum terpilih, terkait klaim kemenangan kubu rival, dan hasilnya berdasarkan informasi Januari tahun depan,” jelasnya.

Point penting disampaikan Didik dalam pertemuan berlangsung, dirinya siap rekonsiliasi pasca putusan PTUN dan membuka ruang bagi siapa saja. “Intinya kita welcome bagi siapa saja demi KNPI kedepan,” tandasnya.

Sebagai ketua terpilih tentunya akan lebih memperhatikan organisasi KNPI dari yang sebelumnya, demi kemajuan pemuda terlebih OKP dan PK. “Kita lakukan evaluasi dan menata sistem tata kelola yang lebih terbuka dan transparan,” ujarnya.

Seperti tema Musda “Mengembalikan Marwah Pemuda Dalam Spektrum Tata Kelola KNPI Yang Jujur Dan Demokratis Menuju Banggai Kabupaten Layak Pemuda,”

Senada Hertop (Herman Tope) juga menegaskan bahwa bahwa pelaksanaan Musda ini, mengacu pada Musyawarah Nasional (Munas) Bogor dan bukan Musda tandingan. “Jadi bukan Musda tandingan,” tegasnya.

Awalnya kita tidak pernah terpikir melaksanakan Musda di Luwuk, Ia mengakui sejumlah persoalan sangat foundamental terjadi di tubuh KNPI Banggai sebelumnya, antaranya terkait tata kelola manajemen organisasi yang dianggap tidak adanya keterbukaan.

Kemudian beberapa waktu kemarin bermunculan beberapa kasus dugaan penyalagunaan dana KNPI melalui media. Terkait adanya dua versi pelaksanaan Musda, saya kira tidak perlu bingung, karena, kami kubu Didik Djibran di sampaikan Hertop menginginkan adanya isla, apa yang kami lakukan hanya mengikuti amanat Munas Bogor.

Sehinggah kedepan apabila gugatan dimenangkan Haris Pertama maka mau tidak mau Musda Toili harus bergabung ke kami. Ataupun kita bisa bersama – sama melaksanakan yang namanya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk menghindari konflik. Semangat kami hanya untuk memperbaiki manajemen tata kelola KNPI yang lebih baik kedepan, sangat fatal kalau KNPI ini tidak dikelola dengan baik.

“Intinya kita menunggu putusan gugatan PTUN yang diajukan Haris Pertama,” tandasnya.*

(zoel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *