Dandim Pimpin Komsos Bersama Masayarakat, Kodim 1308/LB Triwulan II TA 2020

  • Whatsapp

DIKTENEWS, Luwuk — Komandan Kodim (Dandim) 1308/LB Letkol. Inf Fanny Pantouw memimpin langsung langsung komsos dengan komponen masyarakat Kodim/LB Triwulan II TA. 2020 dengan tema “Bergandengan Tangan Membangun Negeri, Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan”.

Pertemuan oleh 35 orang tokoh agama non muslim di Aula Makodim itu, turut hadiri Kasdim Mayor Inf. Red Abner Patambo, Sepasi Kodim 1308/LB, Danramil 1308-01/Luwuk Kapten Inf. Supartono, H Asri Abasa mewakili Kepala Kemenag Luwuk Banggai, Ketua Sinode GKLB diwakili Made S, serta para ketua jemaat gereja Protestan,Katolik,Advent,Hindu dan Budha di wilayah Luwuk Kabupaten Banggai.

Dalam penyampaianya, Dandim 1308/LB Letkol Inf. Fanny Pantouw menyatakan pertemuan ini, menindak lanjuti silaturahmi dalam rapat bersama Bupati dan Wakil Bupati Banggai, unsur Forkopimda, Camat dan Forum Imam Mesjid Se – Kabupaten Banggai Kamis 28 Mei 2020 di ruang rapat umum Kantor Bupati Banggai.

Petunjuk Bupati Banggai Dr.Herwin Yatim, MM terkait pandemi COVID 19 sesuai himbauan Pemda Banggai untuk tidak melakukan kegiatan ibadah secara berjamaah di tempat ibadah.

Berkaitan hal itu, lanjut Dandim, Bupati Banggai dalam petunjukya untuk melakukan komunikasi sosial (komsos) pada masing – masing tokoh/pemuka agama di Kabupaten Banggai khususnya bagi umat non muslim.

Yang mana Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai memberikan kelonggaran pelaksanaan ibadah baik di Gereja, Pura dan Vihara, namun tetap dengan syarat protokoler kesehatan. “Mencuci tangan sebelum masuk tempat ibadah, mengenakan masker. Dan apabila jemaah cukup banyak dibuat jadwal berapa tahap agar jemaah tidak berdesak – desakan serta diatur oleh masing – masing pemuka agama” ujar Dandim.

Sekarang ini kata Dandim, kita memasuki kehidupan baru (new normal) setelah pandemi COVID 19. Kita diajarkan melawan virus tersebut, dengan berpedoman pada protokol kesehatan.

“Menjadi kerinduan para jemaat setelah sekian lama tidak melaksanakan ibadah bersama – sama karena rumah ibadah ditutup guna menghindari virus COVID 19. Sehinggah kerinduan saling jabat tangan, cipika cipiki kami harapkan jangan ada yang saling bersentuhan untuk menjaga penularan dan penyebaran virus” sebutnya.

Pelaksanaan ibadah berjamaah yang diberikan kesempatan oleh Pemda Banggai ini, adalah masa uji coba dan sewaktu – waktu bisa ditarik apabila perkembangan virus (COVID 19) di Kabupaten Banggai meningkat. “Kami juga menghimbau pada pemuka agama untuk saling berkerja sama dan selalu mengingatkan jemaatnya selalu berpedoman pada protokol kesehatan rajin cuci tangan, menggenakan masker, jaga jarak, dan yang terpenting menyediakan wadah pencuci tangan ditempat ibadah masing – masing” tutupnya.*

(zoel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *