LUWUK.DIKTENEWS.COM — Puluhan orang tergabung dalam Aliansi Buruh Bongkar Muat Bungkil menggelar demo pada PT. Bahari Utama Raya, Rabu (25/8).
Aksi tersebut berlangsung didepan pabrik PT. Multi Nabati Sulawesi Luwuk (Bimoli) Jalan Imam Bonjol (Km 5).
Informasi dihimpun, terdapat berbagai persoalan yang menimpah pekerja/buruh bongkar muat bungkil di PT. Multi Nabati Sulawesi Luwuk dengan sub kontrak PT. Bahari Utama Raya.
Dimana perusahaan sub kontrak (PT. Bahari Utama Raya) ditengarai banyak kenjanggalan dan bahkan terindikasi melanggar Hukum dan peraturan Perundangan Undangan lainya.
Point tuntutan mereka, dari berbagai kasus yang mencuat antaranya :
- Direktur terindikasi melakukan kamuflase terhadap buruh dengan menjanjikan kenaikan upah dalam proses pekerjaan, namun tidak ditunaikan adalah bentuk penipuan buruh dan pekerja.
- System kerja paksa (kolonial) dimana buruh dipaksa bekerja sekalipun hari libur nasional dan keagamaan.
- Pemutusan kontrak secara sepihak terhadap 21 orang pekerja tanpa masalah dan solusi dan masih banyak lagi persolan lainya.
Usai menggelar aksi didepan pabrik, Aliansi Buruh Bongkar Muat Bungkil Menggugat melanjutkan agenda aksi di kantor Polsek Luwuk dan kantor DPRD Banggai.
Awak media yang coba mengkonfirmasi ke pihak PT. Bahari Utama Raya belum berhasil ditemui. Menurut informasi security dilokasi pabrik PT. Multi Nabati Sulawesi pihak perusahaan sedang tidak berada ditempat.
Sementara itu koordinator umum Aliansi Buruh Bongkar Muat Bungkil Menggugat Faisal Lalimu belum tersambung saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait aksi itu.*
(zl)