Berita

Program Community Development Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lingkar Tambang

Zulkifly Mangantjo
596
×

Program Community Development Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lingkar Tambang

Sebarkan artikel ini

BUNTA — Comunity Development menjadi fokus PT. Koninis Fajar Mineral (KFM) di desa lingkar tambang meliputi Desa Tuntung, Nanga – Nangaon, Pongian, Gonohop, dan Koninis.

Dari lima desa tersebut, tiga desa merupakan wilayah administrasi Kecamatan Bunta dan dua desa berada di wilayah Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai. Desa itu, rata rata memiliki potensi sumber daya alam mumpuni seperti di sektor perkebunan, perikanan, usaha kuliner serta usaha menjahit.

Melalui Community Development (Comdev) masyarakat di dorong menciptakan ekonomi kreatif dengan membentuk kelompok usaha, dan di SK kan oleh Kepala Desa (Kades).

Kelompok dengan jenis usaha yang sudah di programkan, secara berkelanjutan kita berikan pelatihan dan pendampingan. Tidak sekedar memfasilitasi atau mengadakan kebutuhan usaha mereka saja, tetapi mereka kita berikan pelatihan dan pendampingan, tujuanya agar mereka betul betul bisa mandiri dan memproduksi barang dari jenis usaha yang mereka kelola, setelah itu kita lepas.

Hal tersebut dikatakan Imey, Comunity Development (Comdev) dalam kesempatan bincang bincang bersama awak media belum lama ini. Seperti usaha kuliner kelompok (Barokah) di Desa Tuntung, mereka sudah memproduksi kue roti isi cakalang pedas dan sudah dipasarkan, begitupun usaha menjahit kelompok (Harapan Baru) telah memulai kursus keahlian menjahit.

Baca Juga :  Gelar Silaturahmi, DPD KNPI Banggai Agendakan Pelantikan

Sebelumnya kita lakukan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat. Lewat edukasi itu kita sosialisasikan terkait apa itu comdev, sehingga merangsang sumber daya, menjadi lebih maju dan berdampak pada meningkatnya sektor ekonomi melalui kelompok usaha yang ada.

Misal para petani kelapa. Mereka kita edukasi memproduksi minyak kelapa secara profesional, dan kita fasilitasi kebutuhan mereka dalam mengelolah hingga memproduksi minyak kelapa.

Kembali ke program comdev kata Imey, saat memberikan sosialisasi dan edukasi bersama warga Desa Pongian, Senin 24 Mei 2022, bertempat di lokasi (Eks TPI) Desa Pongian, Kecamatan Bunta.

Dihadiri Kades Arsad Iradati, Ketua BPD Royke Lambidju yang juga ketua PABPDSI Kabupaten Banggai, Babinsa Aparat desa serta jajaran departemen perusahaan.

Ditegaskan Imey, bagi kelompok yang tidak produktif kita evaluasi kembali dan kita alihkan ke kelompok lain yang siap untuk produktif. Begitupun personalnya yang tidak produktif akan kita evaluasi dan gantikan dengan orang yang siap berperan aktif dalam kelompok.

Karena ada evaluasi setiap 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan dan satu tahun. “Karena yang kita inginkan kelompok ini berhasil dan berdaya saing,” tegasnya.

Dijelaskanya, maksimal dalam satu kelompok usaha sebanyak 12 orang. Sementara anggaran yang disepakati pihak perusahaan bersama pemdes Rp 100 juta per desa, di 5 desa lingkar tambang, dengan alokasi diharapkan Rp 60 juta sebagai dana pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Gerak Jalan Tingkat SD, Meriahkan Jelang HUT RI Ke 74

Sambung Imey, sebagai perusahaan swasta, ada kecurigaan sedikit saja kita bisa di audit. “Jadi untuk anggaran saya tetap transparan pada pemdes,” sebutnya.

Kalau sebelumnya ada yang berjanji dan belum terjawab kita mohon maaf atas nama perusahaan secara umum dan personal kami khususnya.

Diharapkan juga kelompok segera terbentuk, agar setelahnya dilakukan assement dan diskusi bersama mengenai teknis dan sistematis serta tujuan akhir produk unggulan apa yang akan dihasilkan dari kelompok tersebut.

Untuk Desa Pongian sendiri disepakati 3 kelompok usaha tersebar di 3 dusun. Di akhir penyampaianya, sosok Imey yang selalu tampil apa adanya, terkesan jauh dari sebuah kemunafikan.

Sedikit tampilanya mengingatkan kita pada sosok tokoh bangsa ini, Susi Pudjiastuti mantan Menteri Perikanan Dan Kelautan yang cenderung menyajikan kualitas kerja. Ia mengaku sering mendapat panggilan desa, dalam artian, setiap saat ketika dihubungi pihak pemdes untuk kegiatan di desa berkaitan dengan kelompok, selalu sigap merespon dan hadir bersama didesa.

Amatan awak media ini, terlihat warga masyarakat Desa Pongian begitu antusias mengikuti sosialisasi dan edukasi yang berlangsung disebuah panggung utama di kawasan itu.*

(zl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!