“Muaranya pada ekonomi kreatif. Kita bisa berkaca pada seniman-seniman di pulau Jawa yang menghabiskan masa hidupnya di atas panggung, karena pemanfaatan OPK bagi mereka adalah sesuatu yang memberikan manfaat secara ekonomi, di samping penyaluran ideologi dan politik mereka,” kata Suparman.
Hal itu tentu membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Sepuluh item OPK yang menjadi fokus pemerintah terdiri dari adat istiadat, seni, ritus, teknologi tradisional, pengetahuan tradisional, manuskrip, bahasa, olahraga tradisional dan permainan rakyat, tradisi lisan, dan cagar budaya.