Materi ini memberikan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan sumber daya (SDA) yang tersedia di sekitar lingkungan peternak sebagai bahan pakan, sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pakan dari luar sekaligus menekan biaya produksi. Melalui praktik secara langsung, peserta diberikan kesempatan untuk memahami tahapan pembuatan pakan fermentasi, mulai dari pemilihan bahan, proses pencampuran, hingga teknik fermentasi yang dapat diterapkan dalam usaha peternakan.
Pemanfaatan pakan lokal melalui teknologi fermentasi diharapkan menjadi salah satu solusi bagi peternak dalam menyediakan pakan yang lebih efisien, terutama dalam menghadapi keterbatasan ketersediaan pakan pada periode tertentu.
Selain aspek teknis peternakan, peserta juga mendapatkan materi dan praktik penyusunan laporan keuangan kelompok, BUMDes, maupun usaha peternakan mandiri. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan pencatatan penerimaan, pengeluaran, biaya produksi, keuntungan serta perkembangan usaha secara sederhana dan sistematis.
Kemampuan dalam menyusun laporan keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha peternakan karena dapat membantu kelompok maupun pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan dan mengambil keputusan usaha secara lebih tepat. Dengan adanya pencatatan keuangan yang tertib, kelompok peternak juga diharapkan semakin mudah melakukan evaluasi usaha, mempertanggungjawabkan penggunaan bantuan, serta menyusun rencana pengembangan usaha ke depan.
Pelaksanaan Bimtek Pengembangan Usaha Peternakan di Kecamatan Nambo menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Kerja sama PT Panca Amara Utama dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Banggai diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi terus diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan kelompok, efisiensi produksi dan pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, peternak diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari, khususnya dalam pemanfaatan pakan lokal dan pengelolaan keuangan usaha.
Puncak kegiatan tersebut ditutup Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Banggai Fahmi Arifudin Rizal. S.STP. Dalam closing statment singkatnya, Kadis Fahmi berharap peningkatan kapasitas diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas ternak, efisiensi biaya produksi, penguatan pendapatan peternak, serta tumbuhnya usaha peternakan masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kecamatan Nambo.(*)
(zuma)













