BANGGAI — Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha peternakan, PT Panca Amara Utama (PAU) bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Banggai melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Usaha Peternakan di Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Usaha Peternakan dan Pengolahan Produk Peternakan Tahun 2026 melalui kerja sama PT Panca Amara Utama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Banggai.
Bimtek tersebut diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan Camat Nambo diwakili Kasubag Kepegawaian. Dan selanjutnya, sambutan Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Banggai Kepala Bidang Penyuluhan dan Usaha Peternakan, Riana Buna, S.Pt.
Dalam sambutannya, Riana Buna menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi PT Panca Amara Utama (PAU) dalam mendorong pengembangan usaha peternakan masyarakat di Kabupaten Banggai. Menurutnya, peningkatan kapasitas peternak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis dalam memelihara ternak, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola pakan, mengembangkan usaha, serta melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan secara baik.
“Pengembangan usaha peternakan harus dilakukan secara terpadu. Peternak tidak hanya dituntut mampu memelihara ternak, tetapi juga harus mampu mengelola pakan secara efisien, mengembangkan usaha dan melakukan pencatatan keuangan agar usaha peternakan dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan bantuan Program Peningkatan Kapasitas Usaha Peternakan dan Pengolahan Produk Peternakan Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas dan kapasitas usaha peternakan masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima dan menjadi bagian dari upaya memperkuat usaha peternakan masyarakat agar semakin produktif, mandiri dan memiliki nilai ekonomi. Setelah rangkaian pembukaan dan penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktik pembuatan pakan fermentasi dengan memanfaatkan bahan pakan lokal.














