LUWUK BANGGAI – Sebuah momen haru menghiasi ruangan Aula Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banggai, Jumat (25/9).
Ketika jabatan bukan lagi jadi pembatas melainkan sebuah kedekatan hati yang tulus yang saling dirasakan antara pimpinan dalam hal ini Bupati Amirudin dan bawahan (PPPK).
Mendadak suasana dalam ruangan Aula BKPSDM Kabupaten Banggai sejenak berubah menjadi tangis haru menyelimuti 1.238 peserta mengikuti rangkaian acara pembukaan orientasi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Teknis, Guru dan Kesehatan.
Bermula saat Bupati Banggai Amirudin menyampaikan sambutan lalu kemudian memberikan kesempatan bertanya dari peserta orientasi. Diantara 1.238 peserta yang duduk rapi dalam ruangan, seorang PPPK yang duduk pada jejeran kursi bagian depan mengenakan seragam orientasi kameja lengan panjang putih celana panjang hitam memegang mic mengajukan pertanyaan.
Namun dibalik pertanyaan itu berubah menjadi curhatan kisah para honorer yang kini menjadi PPPK. Seisi ruangan pun larut dalam haru. Ia mengisahkan perjalanan panjang sekian puluh tahun menjadi honorer di salah satu instansi lingkup Pemda Banggai, dan barulah pada pemerintahan Bupati Banggai Amirudin mereka terangkat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dengan mata berkaca – kaca diselimuti kesedihan ia meminta izin pada Bupati Banggai untuk bersalaman. Mendengar itu, Bupati turun dari podium lalu menyambutnya. Tidak hanya bersalaman saja, ia sontak memeluk erat tubuh Bupati seakan menumpahkan kisah dan dan lika – liku puluhan tahun dari honorer hingga terangkat menjadi PPPK.
Semua yang hadir pun larut dalam kesedihan, bahkan ada yang berlinang air mata ikut merasakan bagaimana perjuangan mereka kala membayangkan puluhan tahun mengabdi dari honorer dan kini menjadi PPPK.
Ia mengakui andil Bupati Banggai Amirudin telah merubah nasibnya dan ribuan honorer lain terangkat menjadi PPPK. Melihat jumlah PPPK Kabupatan Banggai adalah yang terbanyak kurang lebih 8 ribu di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
Jumlah ini tentu tak hadir secara sim salabim, butuh perjuangan dan komitmen seorang Bupati Banggai mewujudkan kesejahteraan mereka menjadi PPPK termasuk penganggaran gaji dan tunjangan PPPK yang bersumber dari APBD daerah.(*)
(zuma)













