Daerah

Pria Yang Dievakuasi Personil Sabhara Polres Banggai Meninggal Di Ruang IGD Rumah Sakit Luwuk

Zulkifly Mangantjo
425
×

Pria Yang Dievakuasi Personil Sabhara Polres Banggai Meninggal Di Ruang IGD Rumah Sakit Luwuk

Sebarkan artikel ini

Luwuk.DikteNews.Com — Basri (46) warga Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, dilarikan ke RSUD Luwuk, oleh Tim Tarantula Polres Banggai Pada, Selasa malam 25 Januari 2022 sekira pukul 20.00 Wita.

Setibanya di RSUD Luwuk, Basri langsung mendapat pertolongan tim medis di ruang IGD. Namun sekitar pukul 21.08 Wita, Basri (korban) dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Sabhara Polres Banggai AKP Jimyarto Anasim mengatakan. Awalnya kami mendapat informasi masyarakat bahwa ada pria berinisial BS (46) sedang terbaring sakit di Kompleks Kelurahan Karaton.

Baca Juga :  ULP Ampana Surati Telkom Ampana - Bunta Kabel WiFi Ganggu Suplai Energi Listrik di Jaringan SUTM

“Saat di TKP anggota langsung mengevakuasi korban bersama warga dan saudara kandung korban menuju RSUD Luwuk menggunakan mobil patroli,” ungkap AKP Jimyarto.

Sambung AKP Jimyarto, dari hasil pemeriksaan visum luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau bekas luka benda tajam ataupun tumpul di tubuh korban.

Dijelaskan AKP Jimyarto, dari keterangan perempuan bernama Ayu, yang pertama kali melihat korban, korban dalam keadaan terbatuk batuk mendatangi tempat pijat Tradisional Mawar meminta air putih.

“Saksi kemudian memberikan air putih dan memberikan bantal kepala untuk menyandarkan korban. Tidak lama kemudian saksi melihat korban mengeluarkan busa dari mulut,” jelas AKP Jimyarto.

Baca Juga :  Kepala Kantor UPP Bunta Imran Usman Dan Staf Ikuti Upacara Harhubnas Tingkat Sulteng di Palu

Melihat hal itu, tambah AKP Jimyarto, saksi lalu meminta pertolongan warga sekitar untuk mengantar korban ke RUSD. Tidak lama kemudian saudara kandung korban datang ke TKP untuk menolong korban.

“Atas kejadian itu, pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban yang diduga karena sakit sesuai dengan surat penolakan tidak dilakukan otopsi terhadap mayat korban,” tandasnya.*

(zl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *