Kapolri Tekankan Maksimalkan Pengamanan Dan Pengawalan Mudik Lebaran “Masyarakat Bisa Mudik Laju Kasus Covid 19 Terkendali”

  • Whatsapp

LUWUK — Kapolres Banggai AKBP Yoga Priyahutama SH, SIK, MH, bersama Bupati Ir. H Amirudin Tamoreka dan Dandim 13008/LB Letkol Inf Dony Gredinand mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral di Aula Rupatama, Mapolres Banggai, Kamis (14/4/2022).

Kegiatan tersebut juga dihadiri para pejabat utama Polres Banggai, Sekdis PUPR, Kepala BMKG, Kadis Kesehatan, Kepala SPV RSD Pertamina, Kepala BPBD, Kepala Basarnas, para Kapolsek jajaran dan Satgas Covid-19 Kabupaten Banggai.

Rakor secara virtual itu dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Mabes Polri, dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1443 H/ 2022 M.

Kapolri menyampaikan beberapa penekanan diantaranya tentang pengamanan dan pengawalan mudik 2022 agar dilakukan secara maksimal sehingga masyarakat bisa mudik tetapi laju kasus Covid-19 bisa terkendali.

Berkaca pada pengalaman sebelumnya (dua tahun lalu), saat mudik dibatasi namun angka kasus Covid-19 meningkat saat gelombang varian Delta dan Omicron. Olehnya jenderal bintang empat ini berharap, mudik tahun ini tidak meningkatkan kasus Covid-19 seperti tahun sebelumnya saat varian delta.

Sambung Kapolri, pelaksanaan vaksin penguat dengan target 50 persen menjelang Idul Fitri perlu direalisasikan, serta pendisiplinan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi yang dioptimalkan.

“Vaksinasi booster juga akan digalakkan di setiap pos untuk merealisasikan target vaksinasi booster. Kita perlu waspada, harapan kita vaksin penguat sampai 25 April bisa sampai 50 persen,” kata Kapolri

Menurut Jenderal Sigit, vaksinasi sangat penting, terutama untuk kalangan lansia, karena mudik tujuannya bertemu dengan sanak saudara, keluarga dan orang tua.
Tak hanya itu, terkait ketersediaan sembako dan BBM. Untuk BBM, berdasarkan hasil rapat bersama Kementerian BUMN dan Direktur Utama PT Pertamina, ketersediaan stok dan pasokan mencukupi sampai waktu yang cukup panjang.

Meski begitu tetap memerlukan pengawasan, karena disparitas harga BBM khususnya solar bersubsidi dengan solar untuk industri masih ada. Hal itu mengakibatkan pelaku industri mengambil solar subsidi di SPBU yang peruntukannya untuk masyarakat umum.

Selain itu, Kapolri mengatakan, sejumlah strategi juga disiapkan di antaranya pengerahan personel, pendirian pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu. Guna mengantisipasi kemacetan, Kapolri menjelaksan, jajarannya sudah melakukan pemetaan terkait wilayah-wilayah rawan macet.

“Saya minta jajaran Polri agar mensosialisasikan hal itu, agar masyarakat dapat menyesuaikan jadwal keberangkatannya demi kelancaran perjalanan,” tutupnya.*

(zl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.