Info Kecamatan

Ada Aktor Dan Skenario di Balik Misteri Bungkusan Racikan Obat Kertas Rokok Melilit Citra PKM Bunta

Zulkifly Mangantjo
2069
×

Ada Aktor Dan Skenario di Balik Misteri Bungkusan Racikan Obat Kertas Rokok Melilit Citra PKM Bunta

Sebarkan artikel ini
Kertas Racikan Obat
Kertas puyer (pertakem) tanda panah warna kuning dan kertas rokok pembungkus tembakau tanda panah warna merah. (foto : PKM Bunta)

Tanggapan

Kepala Puskesmas Bunta I Nyoman Widana, SKM pada sejumlah media, Rabu (26/05/2023), mengaku kaget dengan pemberitaan itu, “Seharusnya di konfirmasi dulu supaya informasinya berimbang tidak liar di publik, yang merugikan kami dan memunculkan beragam perspektif,” ucapnya.

Dirinya tegas mengatakan bahwa racikan obat menggunakan kertas rokok tidak pernah ada dalam kamus dunia kesehatan terlebih sepanjang dirinya menjabat Kepala Puskesmas Bunta hingga saat ini.

Di jelaskan kertas puyer (pertakem) atau umumnya pembungkus racikan obat telah kami siapkan sebanyak 2 pak di akhir Bulan Februari 2023. “Satu pak jumlahnya 500 lembar jadi dua pak totalnya 1000 lembar, dan stok kami tersedia banyak di apotik,” jelas Kepala Puskesmas Bunta I Nyoman Widana.

Baca Juga :  Panwaslu Bunta Berikan Masa Sanggah Masyarakat, Bagi 70 Calon PKD

Diapun tak tinggal diam lalu menelusuri keberadaan informasi itu dengan memintai keterangan petugas apotik termasuk kepala ruangan apotik.

Dari keterangan lima petugas apotik terkonfirmasi empat orang petugas apotik, tiga orang PHL dan satu orang PNS, mereka sama sekali tidak mengetahui siapa oknum yang sengaja meletakan kertas rokok dalam jumlah banyak di satukan dalam tempat penyimpanan kertas puyer (perkamen). “Logikanya tidak mungkin kertas rokok itu nongol dalam penyimpanan kertas puyer dalam satu tempat, pasti ada orang sengaja letakan dengan maksud dan tujuan tertentu,” tambahnya.

Baca Juga :  Kades Huhak Indra Kuasan Apresiasi PT KFM, Terjunkan ERT dan Alat Berat Bantu Bersihkan Material Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!