Metro Luwuk

Program Gubernur Sulteng Pola Brigade Alsintan Putuskan Rantai “Mahar” Kadis TPH : Juknisnya Masih Kami Susun

Zulkifly Mangantjo
9
×

Program Gubernur Sulteng Pola Brigade Alsintan Putuskan Rantai “Mahar” Kadis TPH : Juknisnya Masih Kami Susun

Sebarkan artikel ini
Kadis TPH Sulteng
Kadis TPH Sulteng Dodot Tinarso

BANGGAI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) memastikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) untuk petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) tidak ada yang namanya istilah “mahar”.

Bantuan alsintan nantinya akan menerapkan pola (brigade) program Gubernur Sulteng Anwar Hafid. Dengan pola brigade penggunaan bantuan alsintan akan lebih tertib dan tidak ada ruang bagi para oknum meminta “mahar”. Bantuan alsintan tidak langsung diterima masyarakat tetapi melalui pengurus atau (UPT) agar pemanfaatan alsintan lebih terarah memutus rantai oknum yang ramai desas desus “mahar”, ujar Kadis TPH Sulteng Dodot Tinarso, S.Sos. M.T.

Kadis TPH Sulteng Dodot Tinarso melalui sambungan telepon whatsaap, Sabtu (12/9) malam menegaskan bantuan alsintan dengan pola brigade adalah perintah Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid kata dia. Dan tahun ini kami masih sementara menyusun juknis pola brigade. 

Ramainya “mahar” yang terungkap saat kunjungan Menhan RI Andi Amran Sulaiman di dataran Kecamatan Toili, Kabupatan Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (10/9/2026). Kadis TPH Sulteng Dodot memastikan itu tidak ada kalau bantuan dari Pemrov Sulteng, “Jadi saya pastikan seribu persen kalau bantuan dari Dinas TPH Pemrov Sulteng itu tidak ada mahar,” tegasnya.

Dan ini juga saya tegaskan pada jajaran dan staf untuk jangan ada yang coba – coba minta “mahar” Apalagi saya baru menjabat Kadis TPH Pemrov Sulteng akhir 2025, sementara program brigade ini baru tahun ini (2026) “Dan itupun kami sementara menyusun juknis penggunaan bantuan alsintan,” ujarnya. 

Baca Juga :  DPRD Banggai dan Pemda Sepakati KUA-PPAS 2027, Bupati Amirudin : Prinsip Money Follow Program Bukan Money Follow Function

Kadis TPH Dodot menegaskan bantuan alsintan dengan pola brigade ini adalah program Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang juga menjadi atensi Menhan RI Andi Amran Sulaiman dibalik ramainya keluhan petani soal “mahar”. Lebih jauh Kadis TPH Sulteng Dodot menjelaskan brigade ini memastikan pemanfaatan bantuan alsintan berjalan dengan baik menghindari ruang celah para oknum yang memanfaatkan bantuan dengan meminta “mahar”. 

Untuk mendukung program Gubernur Sulteng diperintahkan juga membentuk brigade diwilayah. “Misalnya di Luwuk Banggai potensi wilayah pertanian butuh berapa unit alsintan, jadi nanti program brigade ini yang mengatur soal teknsinya ” ucapnya. Setelah juknis selesai kami susun akan dilakukan sosialisasi ke daerah sekaligus memastikan potensi dan luasan wilayah pertanian masing masing daerah. Hanya saja dirinya belum memastikan kapan sosialisasi karena masih merampungkan juknis.

Dan alsintan ini akan diadakan setiap tahun sesuai kebutuhan petani. Dijelaskan pula dalam SOP tadi mengatur secara teknis soal pinjam pakai alsintan antaranya mengenai BBM nya, berapa hari digunakan. “Agar selesai di gunakan kami tarik kembali karena itu adalah aset daerah.” ucapnya. Untuk bantuan alsintan akan dibagi perwilayah seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Sulteng Anwar Hafid saat kunjungan kerja di Toili, Kabupaten Banggai. 

Baca Juga :  Dugaan Reklamasi Pantai Koyoan Bupati Amirudin Sebut Kalau Melanggar Pasti Kami Hentikan

“Setiap wilayah seperti di Banggai, Donggala berapa kebutuhan alsintan dan dibangun gudang penyimpanan alsintan mengingat mahalnya biaya mobilisasi, jadi alsintan kami tempatkan digudang penyimpanan,” akunya.

Agar alsintan tadi tetap terawat dengan baik alur penggunaanya jelas dan terarah maka ada pengurus atau UPT yang mengelolah agar diketahui operasionalnya bagaimana termasuk estimasi waktu pemakaian alsintan oleh petani. Program brigade ini diterapkan Gubernur Sulteng Anwar Hafid agar tidak ada klaim sepihak apalagi permintaan mahar kalau bantuan langsung ke masyarakat. 

Untuk perawatan alsintan bersumber dari APBD. Namun untuk BBM ditanggung petani yang menggunakan alsintan. “Semuanya ada SOP nya yang masih kami susun juknisnya, jadi saya ini mau melindungi aset,” terangnya. Ia menambahkan untuk bantuan alsintan tahun ini sudah ada pada penyedia jasa, “15 unit Combaine, 15 unit Terfat, 30 unit TR 2,” akunya. Tapi belum kami serah terima barang karena masih menunggu proses pelunasan.(*)

(zuma)

error: Content is protected !!