Metro Luwuk

Curhat Petani Toili Sulit Pupuk, Mentan RI Copot Manajer Distributor, Andi : Anda Digaji Rakyat Bukan Untuk Bergaya

Zulkifly Mangantjo
9
×

Curhat Petani Toili Sulit Pupuk, Mentan RI Copot Manajer Distributor, Andi : Anda Digaji Rakyat Bukan Untuk Bergaya

Sebarkan artikel ini
Mentan RI
Mentan RI Andi Amran Sulaeman (tengah) manajer distributor pupuk (kanan) dan petani (kiri).

“Menpan RI kalian di gaji negara melayani rakyat bukan melayani bos”

BANGGAI – Terungkap penderitaan para petani dihadapan Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Seorang petani mengaku kesulitan mendapatkan pupuk hanya karena tidak punya kelompok tani. Curhat petani itu disampaikan Mentan RI Andi Amran Sulaeman saat kunjungan kerja di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (8/9). 

Dalam agenda kerja Mentan RI Andi Sulaiman di Kecamatan Toili. Ia mendapati langsung keluhan petani soal pupuk. “Pupuk terlambat atau apa,” tanya Mentan Andi Sulaeman pada seorang petani di atas panggung.

Seorang petani sawah mengenakan topi menjelaskan keluhanya berdiri di samping Mentan RI Andi Sulaeman. Ia mengaku sulit mendapatkan pupuk karena tidak punya kelompok tani yang jumlahnya 25 orang per kelompok. 

Baca Juga :  Anggota DPR RI Beniyanto Tamoreka Dorong Aplikasi X-Star Bantu Petani Nelayan, Perdana SPBU Batui Salurkan BBM Subsidi

“Kita petani ngolah punya orang. Nah untuk mendapatkan pupuk, bagi kami petani yang diluar kelompok itu bagaimana,” tanya petani tadi. Mentan RI Andi Sulaiman berujar, kalau tidak punya kelompok bisa langsung buat kelompok dan masuk aja ya kata Mantan Andi. 

Tak berhenti sampai disitu saja, Mentan RI Andi Sulaiman merasa ada kejanggalan karena ternyata masih ada petani yang sulit mendapatkan pupuk hanya karena terkendala kelompok langsung memanggil Manajer Distributor Pupuk untuk menjelaskan.

“Mana tadi distributor pupuk indonesia, saya liat tadi ada di belakang, kemari,” ucap Mentan Andi Sulaiman. Mentan langsung mencecar manejer distributor pupuk itu dengan pertanyaan, “Kenapa kelompoknya hanya bisa 25 orang tidak bisa di tambah,” tanya Andi.

Baca Juga :  Resmikan Pasar Rakyat Bunta Banggai Sulteng, Mendag RI Zulhas Akan Buka Sesi Dialog Dengan Padagang

Manejer distributor pupuk berpenampilan rapi mengenakan kameja putih berkacamata hitam yang telah berdiri disamping Mentan RI Andi Sulaeman. “Oh iya kalau pupuk subsidi harus terdaftar di kelompok tani dan RDKK pak,” jawabnya.

Petani tadi langsung menyergahnya, “Iya karena kelompok tani yang ada dalam RDKK terbatas jumlahnya, hanya bisa 25 orang,” ucap petani.

Manejer distributor pupuk pun tak mau kalah argumentasi dan balik mengatakan, harus membentuk kelompok dengan anggota yang baru, “Karena aturan yang baru memang seperti itu,” tambahnya. Jadi kita menyalurkan pupuk itu yang ada diaplikasi RDKK dan IPUBERS ke kios bawa KTP kita kasihkan pupuk.

error: Content is protected !!