Perketat Jalur Keluar Masuk Desa Ditengah Pandemik Covid

  • Whatsapp

SIMPANG RAYA,DIKTENEWS.COM — Walau berstatus zona aman ditengah kepungan wabah Covid 19, Desa Doda Bunta, Kecamatan Simpang Raya terus memperketat prokes covid di wilayahnya.

Hal itu diperketatnya jalur keluar masuk didesa tersebut. Setiap warga diperiksa satgas, mulai dari mengenakan masker hingga Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS).

Tidak hanya berlaku bagi warga setempat, akan tetapi warga umum yang masuk ke desa itu, satu persatu diperiksa oleh satgas covid. Tak ayal warga luar desa yang hendak masuk dan tidak dapat menunjukan SKBS di suru putar balik oleh petugas.

“Kita tetap melaksanakan prokes ketat bagi warga yang beraktifitas, umumnya mereka yang keluar masuk desa ini. Wajib mengenakan masker dan menunjukan SKBS,” ujar Kades Doda Yunis Sintung.

Lanjutnya, dari 12 desa di wilayah ini, Doda salah satu desa yang masih aman dari covid, “Sampai saat ini belum ada warga saya terpapar covid,” terangnya.

Namun begitu upaya pencegahan tetap kami lakukan ketat, dengan penerapan prokes covid dan mengedukasi warga dalam mencegah dan memutus rantai penyebaran wabah virus corona.

Penjagaan diposko PPKM sendiri dilakukan bergantian (shift) dimulai pagi hari pukul 06.00 WITA sampai malam hari pukul 22.00 WITA. Setelahnya portal di gembok tidak ada lagi aktifitas.

“Akan tetapi jika ada hal darurat (emergency) portal dapat dibuka oleh petugas,” paparnya.

Ditambakan Kades Yunis Sintung, berjuluk desa tangguh, karena desa ini memiliki ketahanan pangan baik yang dapat mencukupi kebutuhan pangan warga desa ini.

“Artinya tidak dapat dikhawatirkan akan kehabisan pangan, karena mayoritas warga disini adalah petani, seperti petani kelapa, nilam, jagung dan sawah,” terangnya.

Dijelaskan juga, sampai dengan saat ini warga disini belum ada yang terpapar covid karena mereka semua disini patuh akan protokol kesehatan.

“Mereka semua disini patuh baik diperkumpulan kecil, tetap menjaga prokes covid. Kepatuhan warga disini juga mendapat apresiasi dari unsur muspika,” tutupnya.*

(zl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *