banner 728x250
Daerah  

Petani Sawit Batui Demo PT Sawindo Cemerlang

Bupati Banggai
Bupati bersama wakilnya dan ketua DPRD Banggai temui petani sawit asal Kecamatan Batui yang melakukan aksi demo di gedung DPRD Banggai. (foto : Istimewa)
banner 120x600

LUWUK — Bupati Banggai Amirudin Tamoreka menemui para pendemo PT Sawindo Cemerlang di pelataran gedung DPRD Banggai Selasa (5/7).

Bersama wakilnya Furqanuddin Masulili dan Ketua DPRD Banggai Suprapto, Wakil Ketua Batia Sisilia Hadjar dan Ketua Komisi I Irwanto Kulap.

Ketua DPRD Banggai mengawalinya dengan permohonan maaf baru bisa menemui petani, “Mohon maaf tadi pagi kami tidak bisa menemui secara langsung karena ada agenda kami,” ucap Ketua DPRD Banggai Suprapto.

Hari ini kita akan berdialog terkait tuntutan rekan rekan semua. “Tolong koordinator untuk menyampaikan secara singkat, sekali lagi secara singkat,” tandasnya.

Salah satu pendemo mengaku tidak pernah di libatkan dalam Tim Pokja bentukan Pemda Banggai. “Kami tidak pernah di libatkan Tim Pokja,” akunya.

Kami hanya ingin mengolah lahan kami sendiri. “Berikan kami rekomendasi,” pintahnya.

Saya sendiri harus bolak balik ke Polres Banggai, dan saat ini salah satu teman kita sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Luwuk.

Baca Juga :  Bupati Targetkan PBB-P2 Seluruh Kecamatan Capai 100 Persen Sebelum Akhir Tahun

“Ini karena kami sudah tidak ada jalan makanya mendatangi DPRD Banggai,” ucapnya.

Keinginan pak bupati baik untuk kami (petani) dengan membuat pokja kata ibu tadi sambil menangis.

Justru Pokja tidak pernah libatkan kami “Jelas nama saya ada dalam SK pembentukan,” tambahnya.

Tanggapan Pemda

Pertemuan beberapa waku lalu antara petani sawit dan pihak perusahaan (PT Sawindo), telah bentuk pokja.

Pokja sudah bekerja, mereka sudah memverifikasi lahan petani dan masyarakat yang masuk dalam HGU.

“Kita sepakati lahan yang masuk dalam HGU kami keluarkan,” ujarnya.

Pokja juga telah menyerahkan hasil kerja ke Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Banggai.

Dan masih menunggu hasil verifikasi, dan kembali mengundang petani dan perusahaan menyepakati rencana rencana yang ada.

“Alhamdullilah bapak ibu sudah datang. Nanti DPRD berikan rekomendasi pada Pemda untuk mengundang petani dan perusahaan,” bebernya.

Baca Juga :  Ruang Tunggu Terminal Bunta Ketiban 300 Juta Rehab Total

Yang jelas kami (Pemda) Banggai, sudah berulang ulang kali kami sampaikan. Kami (Pemda) tidak melihat kalau memang itu hak bapak ibu yang masuk dalam HGU dan itu sudah saya tegaskan.

Hanya saja yang menjadi kendala tim pokja sesama petani masih tumpang tindih juga, “Nah itu masalahnya,” akunya.

“Insya allah nanti saya undang bapak ibu bahas bersama di kantor setelah lebaran idul adha,” tutupnya.*

(zl)

error: Content is protected !!