Kini, lanjut Periset Teguh, inovasi perikanan dilakukan berupa ZPPI, dengan sistem ini informasi keberadaan ikan dan titik koordinat terintegrasi, sehingga nelayan dengan armadanya bisa langsung menangkap ikan pada lokasi sebagaimana petunjuk ZPPI.
Tidak hanya itu, menurutnya ZPPI tersebut selain meningkatkan produksi perikanan tangkap juga dapat mengurangi biaya operasional dilaut. Menurut Periset Teguh Prayogo, Potensi Kolaborasi Risnov Pemanfaatan dan Model ZPPI antara BRIDA Banggai dan BRIN terdapat 3 point, diantaranya:
- Informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI), Pemanfaatan Informasi ZPPI untuk nelayan Kabupaten Banggai
- Ditahun 2024 akan melakukan Pengembangan Model Distribusi Spesies Ikan Pelagis Pesisir berdasarkan Data Penginderaan Jauh Multi Sensor dan Multi Model Machine Learning Uji Validasi Informasi ZPPI Model Machine Learning untuk nelayan Kabupaten Banggai
- Pengembangan model dan sistem deteksi cahaya lampu kapal dengan citra Day Night Band dari satelit NOAA-20 secara Near Real Time Pemetaan Area Penangkapan Ikan (Fishing Ground) Nelayan Kabupaten Banggai ZPPI dan Cahaya Lampu Kapal.
Kepala BRIDA Kabupaten Banggai didampingi Kepala DKISP menyatakan bahwa studi ini merupakan langkah awal yang strategis dalam upaya peningkatan kapasitas teknologi dan inovasi daerah.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dan informasi yang diberikan Tim Layanan Data Citra Satelit Penginderaan Jauh BRIN,” ujarnya.
Pemkab Banggai berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan di Kabupaten Banggai, khususnya dalam sektor perikanan yang merupakan salah satu sektor unggulan daerah.
Dengan adanya kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Banggai optimis bahwa penerapan teknologi penginderaan jauh akan membuka peluang baru dalam pengelolaan dan pengembangan sektor perikanan, serta sektor-sektor lainnya, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Banggai.*
(zuma)